Lama tak jumpa, setelah 3 bulan akhirnya ada ide buat blog.
Sudah hampir setahun saya berkuliah di Sastra Jepang. Disini saya berkenalan dengan banyak orang, dan beberapa diantara mereka adalah orang-orang dari Jepang itu sendiri. Di kampus saya, sering ada beberapa orang Jepang datang berkunjung, ada yang hanya bermain saja, keperluan akademik, dan lain-lain.
Yang paling dekat sering ketemu adalah Kamaga Masamu-san. Beliau memang orang Jepang, tetapi sudah setengah tahunan lebih tinggal di Bandung. Katanya di Bandung gadisnya cantik dan manis. Disini beliau belajar bahasa Indonesia di pusat bahasa Universitas Padjadjaran.
Saya bersama Kamaga-san (kiri) |
Beliau tinggal di Bandung, berkos di Jl. Tubagus Ismail. Kamaga-aniki ini (begitu saya memanggil beliau, permintaan sendiri) sering terlihat berada di daerah Dago, biasanya di cafe (mencari wi-fi) dan daerah ITB, tetapi beliau sering juga bermain ke daerah lain seperti Cihampelas dan PVJ. Terkadang saya bertemu dengan beliau bila sedang senggang. Saya sering berbicara dengannya tentang macam hal, seperti bagaimana di Jepang, Akihabara, dan lain-lain. Beliau sering diminta sekolah-sekolah untuk mempresentasikan hal-hal yang berhubungan dengan Jepang (kadang inisiatif sendiri tanpa diminta). Beliau juga suka hadir dalam acara-acara sekolah atau lembaga yang berhubungan dengan Jepang.
Ada Chocobi-nya Shinchan! Sayang gak sempet makan.... Puccho from AKB48! Itu bonus gantungan kuncinya dikasih ke saya lho.... Saya bersama Izumi-san, salah seorang mahasiswi S2 dari Waseda |
Saya bersama Kou-san, ngomong2 beliau orang China lho. Saya dan Tawat-san. Beliau juga bukan orang Jepang, tetapi orang Thailand.
Jadi keterusan bahas Kouryuukai..... Yak, next.
Baru beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan dua orang mahasiswa dari Universitas Chiba jurusan ekonomi pertanian, yaitu Ohtsuka Shun-san dan Arizono Yuuji-san. Mereka datang ke jurusan FTIP di universitas saya untuk sightseeing disana. Karena mereka dari Jepang, tentu mereka datang ke jurusan saya. Mereka berkunjung ke kelas saya dan saya berkenalan dengan mereka disana.
Ohtsuka Shun-san (kiri) dan Arizono Yuuji-san (kanan)
Mereka datang ke jurusan saya beberapa kali. Saya ajak berkeliling di daerah kampus saya, kami berjalan-jalan dan makan siang bersama. Yang membuat saya senang adalah, ternyata mereka juga penggemar AKB48, sehingga obrolan kami pun menjadi nyambung dan menyenangkan. Mereka di Indonesia selama dua minggu, tanggal 26 Maret kemarin sudah pulang ke Jepang. Pada hari sebelumnya, saya dan beberapa teman saya mengajak mereka pergi jalan-jalan, pertama ke daerah Cihampelas. Kemudian kami pergi ke karaoke bersama-sama.
Saat di tempat karaoke
Saya belajar berbagai banyak hal dengan berkenalan dengan orang-orang dari Jepang. Seperti bagaimana keadaan disana tiap hari, soal kereta dan shinkansen, kebudayaan disana, tentang sakura dan salju, perbedaan dan kesamaan dari Jepang dan Indonesia, dan lain-lain. Yang membuat saya terharu adalah, setiap orang Jepang yang saya temui selalu member semangat dan doa kepada saya untuk bisa pergi ke Jepang. Inilah salah satu yang memotivasi saya untuk terus belajar, dan suatu saat bisa pergi ke Jepang. FIGHT!
|